Ketombe

Pengertian Ketombe

Ketombe atau dandruff adalah serpihan kulit kepala berwarna putih atau keabu-abuan. Serpihan ini mudah terlihat di kepala dan berjatuhan ke bahu. Meski ketombe tidak menular dan sangat jarang menjadi penyakit serius, memiliki ketombe di kepala dapat menurunkan rasa percaya diri.

Ketombe disebabkan oleh pertumbuhan dan kerontokan sel kulit kepala yang terlalu cepat. Diduga hal itu disebabkan oleh gangguan pada kelenjar penghasil minyak di kulit kepala, yang membuatnya terlalu banyak memproduksi minyak kulit.

Gejala Ketombe

Ketombe bisa terjadi pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Seseorang yang berketombe dapat merasakan gejala berupa kulit kepala bersisik dan terasa gatal. Segera lakukan pemeriksaan langsung ke dokter jika ketombe yang dialami:

  • Banyak dan menimbulkan rasa sangat gatal pada kulit kepala.
  • Membuat kulit kepala memerah dan bengkak.
  • Tidak membaik dalam sebulan meski telah menggunakan sampo antiketombe.
  • Menyebar ke area tubuh lain, seperti telinga, alis, hidung, dan cambang.
  • Menyebabkan rambut rontok.
Pengobatan Ketombe
Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi ketombe. Di antaranya:
  • Rutin keramas setiap hari dan gunakan sampo antiketombe setidaknya 3 kali dalam seminggu. Atau coba gunakan obat ketombe yang dijual bebas atau sesuai resep dokter.
  • Batasi konsumsi makanan tinggi gula, pedas, atau mengandung banyak garam.
  • Batasi penggunaan produk perawatan rambut, seperti gel dan hairspray.
  • Kelola stres dengan baik.
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B, seperti telur, keju, dan ikan.

Pada bayi, ketombe diistilahkan dengan nama cradle cap, yang membuat kulit kepala bayi menjadi bersisik. Keadaan ini dapat dialami oleh bayi yang baru lahir dan dapat menghilang dengan sendirinya ketika bayi mulai memasuki usia 1 tahun. Oleh karena itu, cradle cap tidak membutuhkan penanganan khusus.

Penyebab Ketombe

Tubuh memiliki proses alami untuk merontokkan sel kulit mati pada kulit kepala setelah sel kulit baru terbentuk. Ketombe merupakan dampak dari cepatnya pertumbuhan juga kematian sel-sel tersebut.

Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya percepatan pertumbuhan dan kematian sel di kulit kepala. Namun, terdapat dugaan bahwa itu disebabkan oleh adanya gangguan pada kelenjar penghasil minyak kulit, yang membuatnya terlalu banyak memproduksi minyak kulit.

Rontoknya sel kulit mati pada kulit kepala yang menimbulkan ketombe juga dapat dipicu oleh faktor lain, seperti:
  • Jarang keramas, atau malah terlalu sering keramas.
  • Menderita tinea capitis, suatu infeksi jamur pada kulit kepala.
  • Menderita eksim atopik, yaitu penyakit yang membuat kulit menjadi kering, gatal, pecah-pecah, dan kemerahan.
  • Mengalami alergi, misalnya karena penggunaan produk perawatan rambut, seperti hairspray atau gel
  • Menderita psoriasis, suatu peradangan kronis pada kulit yang membuat kulit terkelupas, menebal, kering, dan bersisik.
Perubahan cuaca dapat berpengaruh pada kondisi kulit kepala, dan meningkatkan risiko seseorang berketombe. Selain cuaca, ketombe juga lebih sering muncul pada kondisi, seperti:
  • Pria di masa pubertas.
  • Memiliki tipe rambut berminyak.
  • Menderita penyakit yang berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh, seperti HIV.
  • Mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Sering mengonsumsi makanan tinggi gula, pedas, atau yang mengandung banyak garam.
  • Kurang mengonsumsi makanan bervitamin B, seperti telur, keju, dan ikan.
Pengobatan Ketombe

Pengobatan ketompe pada anak-anak, remaja, maupun orang dewasa tidak jauh berbeda. Cara yang paling sederhana dalam mengatasi ketombe adalah dengan menggunakan sampo antiketombe. Namun, jika ketombe tidak kunjung membaik setelah satu bulan pemakaian sampo antiketombe atau muncul reaksi alergi seperti gatal dan perih, akan lebih baik untuk menghentikan penggunaan sampo dan segera berkonsultasi langsung dengan dokter.

Terdapat banyak pilihan sampo yang dapat digunakan untuk mengatasi ketombe. Masing-masing jenis sampo mengandung zat dan fungsi yang berbeda. Periksa informasi yang tertera pada kemasan sampo antiketombe sebelum menggunakannya. Bila perlu, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

Beberapa jenis sampo antiketombe berdasarkan zat dan fungsinya adalah:
  • Zinc pyrithione. Zat ini berfungsi membunuh jamur yang bisa menyebabkan ketombe. Zinc pyrithione juga merupakan zat antibakteri.
  • Asam salisilat. Zat ini membantu melembutkan dan membuang kulit mati yang menumpuk pada kulit kepala. Jika terjadi kulit kering setelah memakai sampo asam salisilat, gunakan pelembap atau conditioner
  • Sampo berbahan ter. Zat ini bisa membantu memperlambat produksi sel kulit mati. Pada seseorang yang memiliki rambut berwarna terang, sampo berbahan ter dapat mengakibatkan perubahan warna rambut.
  • Selenium sulfide. Zat ini berfungsi memperlambat produksi sel kulit mati dan membantu mengurangi pertumbuhan jamur. Selenium sulfide tidak cocok untuk rambut yang telah menjalani perawatan kimia, seperti diwarnai.
  • Ketoconazole. Zat ini memiliki dampak yang cukup kuat sebagai obat antijamur. Biasanya ketoconazole digunakan jika bahan lain tidak memberikan hasil.

Pijat kulit kepala secara merata dan perlahan saat menggunakan sampo antiketombe, dan diamkan selama 5 menit sebelum dibilas. Pastikan baca informasi cara penggunaan yang tertera pada kemasan atau ikuti anjuran dokter sebelum menggunakan sampo.

Selain sampo antiketombe, terdapat bahan-bahan alami yang dapat digunakan untuk mengatasi ketombe. Beberapa di antaranya adalah:
  • Lidah buaya. Kandungan antibakteri dan antijamur pada lidah buaya dapat melindungi kulit kepala dari ketombe. Belah dan peras lidah buaya hingga keluar cairannya, lalu oleskan ke area kulit yang bermasalah.
  • Tea tree oil. Minyak ini berfungsi melawan organisme berbahaya dan peradangan. Gunakan sedikit minyak pohon teh, terutama pada bagian yang bersisik di kulit kepala. Meski bermanfaat, penggunaan minyak ini di sebagian orang dapat menimbulkan reaksi alergi.
  • Minyak kelapa. Minyak ini berfungsi menjaga kulit tidak kering. Oleskan sedikit minyak kelapa pada bagian bersisik, lalu bersihkan rambut dari ketombe dengan sisir setelah satu jam pemakaian minyak.

Jika produk perawatan rambut yang digunakan menimbulkan reaksi alergi, segera hentikan penggunannya. Diskusikan lebih lanjut dengan dokter terkait metode penanganan yang tepat. Dokter akan menentukan cara mengatasi ketombe sesuai dengan kondisi pasien.

adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *