8 Posisi Melahirkan yang Wajib Diketahui Ibu Hamil

8 Posisi Melahirkan yang Wajib Diketahui Ibu Hamil

Sebagian besar wanita yang sedang hamil menginginkan proses persalinan normal. Melahirkan secara normal adalah proses yang tidak mudah, oleh karenanya, setiap ibu hamil harus mempersiapkan semuanya dengan baik salah satunya menentukan posisi melahirkan yang tepat.

Mengenali Posisi Melahirkan

Melahirkan secara normal bisa membuat ibu merasa tidak nyaman karena munculnya kontraksi hingga nyeri punggung. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena gangguan tersebut bisa diatasi hanya dengan mengubah posisi tubuh.

Posisi melahirkan menjadi sesuatu yang penting karena posisi yang tepat dapat membantu meringankan ketidaknyamanan yang dirasakan dan membantu mendorong janin ke posisi yang optimal.

Berikut adalah beberapa posisi melahirkan yang bisa dilakukan, di antaranya:

1. Posisi Merangkak

Posisi merangkak adalah posisi yang baik untuk persalinan karena membuat panggul terbuka lebih lebar. Posisi tangan dan lutut sejajar membuat denyut jantung janin merespon lebih baik, terutama jika janin tidak berada di posisi terbaik.

Posisi melahirkan yang menekan tulang belakang ini bisa mengurangi sakit punggung dan membantu meningkatkan kadar oksigen janin. Namun, posisi bisa membuat lengan Anda kelelahan.

2. Posisi Duduk

Posisi melahirkan ini bisa dilakukan di kursi bersalin. Posisi kaki saat melahirkan ini merentang untuk mengurangi tekanan pada panggul. Merilekskan posisi seperti halnya duduk di toilet dapat menjaga kondisi perineum.

Perinemum adalah area kulit antara liang vagina dengan anus yang dapat robek ketika melahirkan. Namun, posisi duduk bukanlah pilihan yang tepat jika Anda memiliki tekanan darah tinggi selama kehamilan.

3. Posisi Jongkok

Posisi jongkok adalah salah satu posisi favorit sebagian besar ibu hamil saat mengikuti kelas prenatal, sehingga banyak ibu hamil yan ingin mencoba posisi jongkok sebagai posisi melahirkan. Jongkok dapat dilakukan dengan punggung menghadap dinding atau dengan berpegangan di kursi.

Posisi melahirkan ini membantu membuka panggul dan memberi ruang janin untuk bermanuver menuju kanal kelahiran. Meski posisi ini adalah favorit sebagian besar ibu hamil, cara ini banyak menyita tenaga.

4. Posisi Berbaring Miring

Posisi melahirkan dengan berbaring adalah posisi terbaik yang bisa dicoba bagi Anda yang membutuhkan banyak istirahat. Posisi tubuh miring membantu janin bergerak ke posisi siap turun dan berputar.

Posisi ini membantu janin untuk mendapatkan oksigen lebih banyak, membuat ibu lebih rileks selama kontraksi, dan aman diterapkan pada ibu yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Meski begitu, posisi melahirkan ini membuat dokter lebih sulit untuk mengukur detak jantung janin.

5. Posisi Berlutut (Lunge)

Posisi berlutut sepertinya terdengar seperti posisi melahirkan yang kurang tepat, namun posisi ini adalah salah satu posisi persalinan yang ingin dilakukan ibu hamil. Tidak seperti di tempat gym, posisi ini mengharuskan Anda meletakkan salah satu kaki di atas kursi.

Setelah itu, condongkan tubuh Anda ke depan ke kaki yang terangkat ketika merasakan kontraksi. Cara ini bisa dilakukan sesuai kemampuan. Selain itu, posisi melahirkan ini membantu janin memutar atau turun karena ruang yang tercipta lebih banyak.

6. Posisi Birthing Stool

Bangku persalinan dapat digunakan dalam berbagai posisi melahirkan. Seorang wanita dapat berjongkok, mendapatkan posisi merangkak dan menggunakannya untuk menopang lengan, tergantung pada posisi birthing stool yang dilakukan. Jika Anda menyukai gagasan water birth, terdapat berbagai posisi birthing stool yang baik diterapkan di dalam air.

Cara ini dapat membantu bayi bergerak lebih jauh ke bawah, meredakan stres di punggung, dan meningkatkan pelebaran serviks. Risiko yang bisa dihadapi saat melakukan posisi melahirkan ini adalah bisa mengalami peningkatan kehilangan darah.

7. Posisi Birthing Bar

Posisi birthing bar adalah posisi yang bisa ditambahkan saat posisi melahirkan jongkok. Posisi jongkok sendiri membantu memperluas ukuran panggul dan menggunakan gravitasi untuk mendorong gerakan janin ke bawah.

Saat menggunakan bar, Anda harus mengatur kepala tempat tidur lebih tinggi. Selama kontraksi Anda bisa bergerak maju jongkok dengan berpegangan pada bar.

8. Posisi Duduk Tegak

Posisi melahirkan yang terakhir adalah adalah posisi duduk tegak. Posisi duduk tegak ini adalah variasi pada penggunaan bangku bersalin. Posisi ini membantu Anda menggunakan gravitasi secara efektif.

Saat terjadi kontraksi, Anda dapat bersandar ke belakang tempat tidur. Selain itu, Anda juga bisa meminta pasangan untuk duduk di belakang saat menggunakan posisi melahirkan ini.

Nah, itulah beberapa posisi melahirkan yang bisa dilakukan. Hal penting yang harus diketahui ibu hamil adalah tidak semua posisi di atas dapat membantu proses persalinan. Anda harus merasakannya sendiri dan menentukan posisi yang nyaman buat Anda.

Jika masih bingung bagaimana posisi tangan, posisi punggung, atau posisi kaki saat melahirkan, konsultasi dengan dokter kandungan atau bidan untuk menentukan posisi yang aman.

adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *