3 efek negatif konsumsi gula aren berlebihan

3 efek negatif konsumsi gula aren berlebihan

3 efek negatif konsumsi gula aren berlebihan yang jarang di ketahui banyak orang. Gula aren atau sering di kenal dengan gula merah memiliki rasa berbeda dari gula putih yang biasa di kenal masyarakat. Tapi sebenar nya gula aren juga sangat terkenal dalam masakan ataupun kue-kue di dunia. Gula aren memang sangat terkenal di masyarakat karena sudah banyak terkenal dari masakan tradisional hingga masakan modern. Gula aren pun juga sangat terkenal hingga masuk industri makanan kemasan dalam berbagai jenis yang di pasarkan.

Berikut 3 efek negatif konsumsi gula aren berlebihan :

1.Menimbulkan resiko penyakit jantung

Meskipun dianggap lebih aman dari gula putih atau gula pasir, gula aren tetap tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan setiap harinya. Gula aren tetap mengandung glukosa yang jika dikonsumsi secara berlebihan bisa mengakibatkan penyakit jantung. Konsumsi apapun jika berlebihan memang tidak baik dan bisa mengganggu kesehatan tubuh. Kita dianjurkan untuk mengkonsumsi tidak lebih dari 5-10 persen kebutuhan kalori harian. Membatasi asupan gula baik gula aren maupun gula biasa adalah langkah yang tepat agar terhindar dari gangguan kesehatan.

2.Menyebabkan berat badan naik

Meskipun disebut lebih aman dari gula pasir biasa, orang yang sedang melakukan diet harus waspada dengan konsumsi gula aren yang berlebihan. Gula aren tetap mengandung kalori yang cukup tinggi sehingga jika dikonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan berat badan naik.

3.Meningkatkan gula darah

Penyakit gula darah memang banyak di derita oleh banyak orang dari stadium kecil hingga besar. Banyak orang tidak sadar banyak penyakit ini adalah penyakit yang terjadi dari gaya konsumsi yang salah yang menyebabkan tubuh menerima asupan gula berlebihan. Gula putih ataupun gula aren memiliki peran dan bisa meningkatkan gula darah dari kadar normal nya. Meski dipercaya mempunyai indeks glikemik yang rendah, gula aren jika dikonsumsi secara berlebihan tetap bisa menaikkan kadar gula darah. Hal ini bisa mengganggu kesehatan untuk penderita diabetes tipe 2 yang harus menjaga gula darah agar tetap stabil.

adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *